Rabu, 24 Juli 2013

besok tuh udah pesantren kilat dari tanggal 25-31 juli wkwk seneng banget kbm free^^ udah gitu seharusnya besok itu kelas gue hafalan fisika dan untung ada sanlat jadi hafalannya setelah lebaran~ yeyyy.
Gue seneng bisa masuk kelas 8E. ya emang awalnya masuk semuanya pada diem dan pas istirahat pada ngumpul sama temen lamanya. kalian pasti tau lah hari pertama masuk pasti belum beradaptasi eh tapi lama kelamaan jadi mulai bareng bareng, seru-seruan dan yaa nonton film bareng~
tapi keseringan nonton film horror. gue seneng nih pada nonton film horror karna gue emang suka sama horror=D tapi kalau liat setannya mah gue gamau lah-__- kalau lagi baca buku horror tuh enak apalagi kalau dikhayati jadi kalian tuh kaya masuk kedunia buku itu. yaa itusih kalo yang niat bacanya. dan wali kelas 8E itu Bu Lian. yang baca ini tolong dong follow @8E_SPENDA follback? mention aja. promote dikit lah ya~

Selasa, 23 Juli 2013

Bored.

apa berharap itu salah?
Semua orang pasti berharap kalau ada yang ngasih harapan. it's ok, mungkin pandangan manusia beda-beda. ada yang bilang jangan terlalu berharap, jangan berharap banget, dan ada juga yang bilang mending gausah berharap itu harapan palsu. waaa Parno banget. tapi coba kalian rasain kalau dikasih harapan? pasti lama kelamaan pasti berharap juga, ya walaupun gatau itu Real hope or False Hope. tapi intinya kalian pernah ngerasain yang namanya berharap kan? entah itu cinta atau pun yang lain. jangan berfikir harapan itu cuma di soal percintaan, semua harapan itu ada dimana-mana. contoh, kelas lo udah seneng seneng bakal jadi pemenang lomba karna seorang guru bilang, dan lo berharap kelas lo dikasih tepuk tangan semeriah mungkin, tapi sebaliknya malah kelas lain yang menang. itu nyesek banget, terus misalkan orangtua lo udah janji bakal beliin lo gadget minggu depan, dan lo udah cerita cerita ke temen kalo lo minggu depan mau dibeliin gadget, dan setelah seminggu kemudian ayah lo gajadi beliin lo gadget karna ditagih hutang sama bank. nyesek, malu, kesel, nangis campur aduk. ya begitu juga cinta, lo lagi deket sama seseorang dan lo yakin lo bakal jadian sama doi dan bilang ke temen tinggal tunggu waktu aja, tapi alhasil nihil doi malah ngejauh dan jadian sama oranglain, dan itu temen deket kita sendiri. nyesek abiss!!!!!!!
yaa jadi intinya jangan terlalu banyak berharap deh sama orang. mau itu orangtua lo, temen lo, guru lo, atau GEBETAN LO jangan terlalu berharap banget, kalau udah kena PHP itu rasanyaa.... rasain sendiri deh, yang udah pernah rasain pasti tau. dan buat yang pernah PHP'in orang mending tobat dari sekarang, inget karma:) kalau yang hati baja mah kayanya susah buat tobat, tapi kalau inget karma pasti lo brb tobat haha. intinya jangan terlalu banyak berharap kena PHP itu rasanya nyesek, sakit abis abisan!!!!!!!

Sabtu, 20 Juli 2013

Jangan samakan tulisan dengan perasaan, jangan samakan tweet dengan perasaan, dan jangan samakan tulisan tulisan diblog itu sesuai asli dengan perasaan sendiri.
Real life and virtual life is different, please be distinguish :).

Belajar Melepaskan :)



Kamu mengenalkan namamu begitu saja, uluran tanganmu dan suara lembutmu berlalu tanpa pernah kuingat- ingat. Awalnya, semua berjalan sederhana. Kita bercanda, kita tertawa, dan kita membicarakan hal-hal manis walaupun segala percakapan itu hanya tercipta melalui pesan singkat. Perhatian yang mengalir darimu dan pembicara manis kala itu hanya kuanggap sebagai hal yang tak perlu dimaknai dengan luar biasa.
            Kehadiranmu membawa perasaan lain. Hal berbeda yang kamu tawarkan padaku turut membuka mata dan hatiku dengan lebar. Aku tak sadar, bahwa kamu dating member perasaan aneh. Ada yang hilang jika sehari saja kamu tak menyapaku melalu dentingan chat. Setiap hari ada saja topik yang menarik yang kita bicarakan, sampai pada akhirnya kita berbicara hal paling menyentuh, Cinta.
            Kamu bercerita tentang mantan kekasihmu dan aku bisa merasakan perasaan yang kau rasakan. Aku berusaha memahami kerinduamu akan perhatian seorang wanita. Sebenarnya, aku sudah memberi perhatian itu tanpa kau ketahui. Mungkinkah perhatianku yang sering kuberikan tak benar –benar terasa olehmu? Aku mendengar ceritamu lagi. Hatiku bertanya-tanya, ‘seorang pria hanya menceritakan perasaannya pada wanita yang dianggap dekat’.
            Aku bergejolak dan menaruh harap. Apakah kau sudah menganggap aku sebagai wanita special meskipun kita tak memiliki status dan kejelasan? Senyumku mengembang dalam diam, segalanya tetep berjalan begitu saja, tanpa kusadari bahwa cinta mulai menyeretku ke arah yang mungkin saya tak kuinginkan.
            Saat bertemu, kita tak pernah bicara banyak. Hanya sesekali menatap dan tersenyum penuh arti. Ketika berbicara di pesan singkat, kita begitu bersemangat, aku bisa merasakan semangat itu melalu tulisanmu. Sungguh, aku masih tak percaya segalanya bisa berjalan secepat dan sekuat ini. Aku terus meyakinkan diriku sendiri, bahwa ini bukan cinta. Ini hanya ketertarikan sesaat karena aku merasakan sesuatu yang baru dalam hadirmu. Aku berusaha mempercayai bahwa perhatianmu, candaanmu, dan caramu mengungkapkan pikiranmu adalah dasar nyata pertemanan kita. Ya, sebatas teman, aku tak berhak mengharakan sesuatu yang lebih.
            Aku tak pernah ingin mengingat kenangan sendirian, aku juga tak ingin merasakan sakit sendirian. Tapi, nyatanya…..
            Perasaanku tumbuh semakin pesat, bahkan tak lagi terkendalikan. Siapakah yang bisa mengendalikan perasaan? Siapakah yang bisa menebak perasaan cinta bisa jatuh pada orang yang tepat ataupun salah? Aku tidak sepandai dan secerdas itu. Aku hanya manusia biasa yang merasakan kenyamanan dalam hadirmu. Aku hanya wanita yang takut kehilangan seseorang yang tak pernah aku miliki.
            Salahku memang jika mengartikan tindakanmu sebagai cinta. Tapi, aku tak salah bukan jika berharap bahwa kamu juga punya perasaan yang sama? Kamu sudah jadi sebab tawa dan senyumku, aku percaya kau tak mungkin membuatku sedih dan kamu tak akan jadi sebab air mataku. Aku percaya kamulah kebahagiaan baru yang akan memberiku sinar paling terang. Aku sangat mempercayaimu, sangat! Kamulah orang yang aku percaya. Dan, itulah kebodohan yang harus kusesali.
            Ternyata, ketakutanku terjawab sudah. Kamu menjauhiku tanpa alasan yang jelas. Kamu pergi tanpa ucapan pisah dan pamit. Aku kecewa dengan keputusan yang tak kau sampaikan padaku, tapi pantaskah aku marah? Aku tak pernah jadi siapa-siapa bagimu, mungkin aku hanya persinggahan bukan tujuan. Kalau kau ingin tahu, aku sudah merancang berbagai mimpi indah yang ingin kuwujudkan bersamamu. Mungkin, suatu saat nanti, jika Tuhan izinkan, aku percaya kita pasti bisa saling membahagiakan.
            Aku tak punya hak untuk memintamu kembali, juga tak punya wewenang untuk memintamu segera pulang. Masih adakah yang perlu kupaksakan jika bagimu aku tak pernah jadi tujuan? Tidak munafik, aku merasa kehilangan. Dulu, aku terbiasa dengan candaan dan perhatian kecilmu, namun segalanya tiba-tiba hilang menguap, bagai asap rokok yang hilang ditelan gelapnya malam.
            Sesungguhnya, ini juga salahku, yang bertahan dalam diam meskipun aku punya perasaan yang lebih dalam dan kuat. Ini bukan salahmu, juga bukan kesalahannya. Tapi, tak mungkin matamu buta dan hatimu terlalu cacat untuk tahu bahwa aku mencintaimu.
            Aku harus belajar tak peduli. Aku harus belajar memaafkan, juga merelakan. Ya harus!